Self Talk

Siluet Doa

Serpih lara kini bertaburan dalam hidupnya yang kian suram

Dengan wajah penuh lukisan air mata

Sorot matanya tak lagi hidup seperti dulu

Tangan lembutnya telah keriput ditempa derasnya pasang yag menerjang harinya

Senyum itu tak lagi berwarna

Tinggal pudar yang perlahan ditelan kelam

Dan aku…

Aku hanya bisa terpaku menatap sandiwara bisu

Yang asyik bercengkerama

Di depan mataku

Tanpa daya

Dengan rasa yang makin tak kuasa

Hanya harap yang mengalir dalam asa

Di sela doa dan lara

Aku lelah barair mata

Aku lelah melihatnya berair mata

Aku lelah melihat caci yang berjelaga di wajahnya

Hanya harap yang kupanjatkan dalam setiap tasbih yang terucap khidmat

Ijinkan aku menjaga nafas hidupnya, Tuhan…

Februari, 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s