Self Talk

How Can I Move On When I’m Still In Love With You?

Move on, kata ini mungkin sudah sangat populer dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya, ungkapan tersebut akan terlontar buat mereka yang masih belum bisa melupakan masa lalunya, umumnya dalam masalah cinta. Tren ‘galau’ dan ‘move on’ menjadi fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Sekilas, mungkin kesannya remeh. “Kenapa nggak bisa keluar dari masa lalu sih?”, biasanya jadi pertanyaan yang terucap saat melihat ada seseorang yang masih berkubang dalam ingatan yang telah lalu. Namun, sangat jelas dan pasti, kalau move on nggak semudah yang dikatakan orang-orang. Selalu butuh waktu. Dan waktu itu relatif, tiap orang punya waktu yang berbeda untuk lepas dari belenggu masa lalu.

Pertanyaan jadi makin rumit saat kamu dihadapkan pada kenyataan bahwa kamu masih memiliki ‘rasa’ terhadap orang yang menjadi target move on. Lalu, bagaimana menahan perasaan yang mengalir begitu saja? Tahu sendiri kan kalau cinta, atau perasaan apapun kamu menyebutnya, kadang muncul begitu saja di luar kendali kita? Sebenarnya, kembali lagi pada alasan kenapa kamu harus move on. Perasaanmu nggak berbalas? Kamu bukan tipenya? Atau yang lebih kompleks lagi, salah satu dari kalian sudah memiliki pasangan?

How can i move on when i'm still in love with you image copyright by walloza.com

Dasar move on harus kuat agar kamu punya motivasi untuk melakukannya. Kalau hanya sekadar perasaan yang nggak berbalas, kamu masih bisa memperjuangkannya hingga titik darah penghabisan. Yaa, meskipun cara ini nggak bisa diterima semua orang sih. Tetap ada batasan pada diri masing-masing individu. Ada hal yang bernama pride yang menjadi garis tegas sejauh mana kamu mau memperjuangkan perasaanmu. Saat hanya rasa sakit yang diperoleh, hanya penolakan menyakitkan yang ada, buat apa memaksa? Masih banyak kok jomblo lain di luar sana yang lebih layak diperjuangkan.

Berbeda lagi kalau kasusnya adalah salah satu dari kalian sudah memiliki pasangan, atau mungkin dua-duanya. Kalau ceritanya seperti ini, maka kita masuk ke dalam ranah relationship yang lebih dalam. Bicara tentang komitmen. Mungkin bisa saja sih kamu bilang perasaan itu sudah berubah. Bisa saja sih kamu bilang chemistry itu sudah hilang. Namun, inilah yang namanya hubungan, selalu ada gejolaknya. Bosan saja bukan menjadi alasan yang ‘pantas’ buatmu melepaskan si dia yang sudah menemani dalam jangka waktu tertentu. Kecuali, jika memang selama ini kamu menjalani hubungan yang nggak sehat bersama pasangan. Kecuali, kalau kamu merasa hubungan tersebut sudah nggak bisa diselamatkan lagi. Tapi tentu saja, perasaan ini harus muncul sebelum adanya kehadiran orang ketiga. Yang buat kamu galau dan bingung move on.

how can i move on when i'm still in love with you image copyright by 1wallpaperhd.com

Jadi, kalau kamu menghadapi dilema yang satu ini, memiliki pasangan dan jatuh cinta dengan orang lain, cobalah pikirkan secara logis. Ya, kamu pasti akan merasakan hal baru dengan orang baru. Yang membuat jantungmu berdegup lebih kencang dibandingkan dengan pasanganmu sendiri. Yang membuat kamu merasa tergila-gila seperti ABG yang baru pedekate. Percaya deh, perasaan seperti itu selalu muncul saat awal jatuh cinta. Itu wajar banget. Dan perasaan itu akan kembali flat begitu kamu sudah masuk ke dalam tahap relationship jangka tertentu. Hal-hal indah akan selalu terjadi saat masa awal pedekate, dan begitu kamu memutuskan untuk in a relationship with him, whoever he is, kamu akan kembali pada kenyataan. Bahwa hubungan dua orang manusia itu nggak selamanya manis dan indah. Nggak selamanya terasa seperti roller coaster. Semua ada masanya. Tinggal bagaimana kamu menyikapi, menjalani, dan mempertahankannya. Membuatnya kembali berdegup seperti saat kamu pertama kali melihat kembang api yang indah.

how can i move on when i'm still in love with you image copyright by abcgreatpix.com

Jadi kembali lagi ke pertanyaan awal, how can i move on when i’m still in love with him? Bagaimana kalau ternyata orang ketiga itulah cinta sejatimu? Bagaimana kalau kamu memang tulus mencintainya, bukan sekadar crazy in love di sela rasa bosan yang menggerayangi hubungan saat ini? Nah, kalau sudah masuk ke sini, tentu akan jadi lebih kompleks lagi. Sekali lagi, melepaskan perasaan itu nggak mudah, tapi harus ada kemauan yang kuat. Kalau ini yang terjadi, let i flow but don’t make yourself drift away. Biarkan saja mengalir dan tunggulah sampai sejauh mana arusnya. Tapi kamu tetap harus tahu batasannya. Toh pada akhirnya, waktu dan jarak akan menguji perasaan itu. Jika ini adalah sebuah ujian dalam hubunganmu yang sekarang, percaya deh begitu kamu mampu melewatinya, kalian akan menjadi pasangan yang luar biasa.

Ingat juga satu hal, mempertahankan komitmen mungkin lebih sulit. Jadi, jangan mudah menyerah pada keadaan. Mungkin memang benar kamu jatuh cinta dengan orang baru, tapi jangan sampai itu menjadi kebiasaan saat kamu bosan dengan hubungan yang terasa datar. Semuanya kembali lagi pada effort kamu dalam mempertahankan komitmen. Jangan pernah mengharapkan adanya sebuah miracle dalam hubungan yang kamu jalani. Tapi justru usahamulah yang menentukan segalanya.

Dan kalau kamu masih galau dengan masalah move on yang kompleks ini, biarkan waktu yang menjawabnya. Jika memang kamu sudah melakukan semuanya dengan maksimal dan perasaan itu makin kuat, mungkin itulah jawabannya. Mungkin dialah orang yang selama ini kamu tunggu. Bahagia itu sederhana kok.

Selamat menikmati weekend dan mari jatuh cinta!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s