Self Talk

The Unfinished Feeling

Ada masa di mana tempat yang familiar buatmu, tiba-tiba terasa asing. Udara sekitar yang biasanya segar jika dihirup, mendadak begitu menyesakkan. Bahkan perasaan yang muncul di dalam hati pun berbeda. Jauh dari apa yang biasanya terasa. Asing. Namun kamu tidak tahu apa penyebabnya. Mungkin tahu, tapi kamu sedang menjalani fase penyangkalan. Berharap semua akan kembali baik-baik saja. Di tempat yang sama. Tak ada yang berubah. Seperti saat kamu belum merasa asing dengan hati kamu sendiri.

The power of song mungkin sudah bukan hal yang asing lagi dalam sisi psikologis manusia. Ada banyak pengaruh sebuah lagu dalam mental manusia, mulai dari membuatmu lebih semangat, relaks, sedih, bahkan mengingat seseorang. A song can bring memories of one person. Ingatan tentang seseorang terangkum dengan baik dalam sebuah ‘playlist’ di pikiran. Kumpulan lagu inilah yang kamu dengar setiap harinya sehingga membuatnya jadi lebih familiar. Namun, saat orang yang kamu pikirkan mendadak berubah, ‘playlist’ tersebut pun berganti. Kamu sadari atau tidak. Sengaja atau tidak. Parahnya, saat kamu tidak menyadari ‘playlist’ ini mulai berganti, kamu akan merasakan some kind of unfamiliar feeling yang cukup menyesakkan.

the unfinished feeling image copyright by randompictureandquotes

Setidaknya seperti itulah perumpamaan yang terjadi saat kamu mengalami perubahan besar-besaran dalam hatimu. Bukan, mungkin nggak bisa dikatakan sebuah perubahan besar. Tapi sekecil apapun yang berbeda dari dalam hati pasti akan memunculkan semacam ‘rasa yang tidak biasa’. Dan sungguh, kalau kamu nggak siap, terjebak, atau mungkin bingung mau melakukan apa, akan menjadi sangat menyiksa.

Masa-masa penyangkalan ini biasanya menjadi salah satu momen paling berat. Ini wajar saja sih, karena kamu berusaha mempercayai kenyataan yang bahkan kamu sendiri nggak percaya. Kamu berusaha menyangkal hal-hal yang bahkan kamu sendiri merasakannya ada. Dan hal ini jadi lebih kompleks saat kamu mengaitkannya dengan masalah cinta. Saat kamu berusaha mengelak kalau kamu mulai memiliki perasaan terhadap satu orang tertentu secara spesifik.

Jadi, daripada menyangkalnya yang jelas jauh lebih menyakitkan, kenapa tidak berusaha menerimanya saja. Iya, akui saja kalau kamu jatuh cinta dengan seseorang yang ada di luar sana. Memangnya kenapa? Hal itu kan terjadi secara alamiah. Semua orang juga tahu kok kalau perasaan itu adalah salah satu hal yang sulit dikendalikan.

the unfinished feeling image copyright by 77wallpaper.com

Namun, akan jadi lebih kompleks lagi kalau ternyata kamu merasa jatuh cinta dengan orang yang salah. Atau mungkin kamu adalah orang yang salah untuk merasakan perasaan itu. Tapi, nggak ada yang salah kok dengan cinta. Manusiawi banget. Sekalipun kamu atau dia adalah orang yang salah, terima saja perasaan itu.

Penyangkalan hanya akan membuat ‘perang’ dalam hatimu. Kamu akan diliputi banyak pertanyaan dan perasaan yang bahkan nggak bisa kamu gambarkan. Nggak indah banget, justru malah terasa sakit. Kalau dibiarkan begitu saja akan jadi semacam unfinished feeling, di mana kamu nggak tahu kapan perang tersebut akan berakhir.

Berbeda halnya jika kamu mulai menerima. Penerimaan bisa membantu kamu untuk berdamai dengan semua hal yang berkecamuk dalam hati. Kamu bisa belajar berkompromi dengan hatimu. Jatuh cinta itu sebenarnya indah banget, terlepas dari apakah orang yang kamu jatuhi cinta itu merasakan yang sama atau nggak. Tapi perasaan berbunga-bunga itu indah. Saat kamu merasa lebih bersemangat melakukan hal remeh yang bahkan biasanya nggak ada artinya buatmu. Saat kamu melihat semuanya jadi lebih indah. Bahkan melihatnya duduk diam di pojokan saja bisa membuatmu tersenyum-senyum sendiri. Hal ini sangat positif, kamu bisa menemukan kebahagiaan tersendiri dengan perasaan yang kamu miliki.

Tapi, memang tetap ada kenyataan lain saat kamu mulai menerima perasaan itu. Apalagi jika kamu jatuh cinta dengan orang yang salah, atau justru kamulah yang salah karena jatuh cinta. Namun tetap saja, perasaan yang diterima dengan baik akan jauh berbeda dengan perasaan yang ditolak secara buruk. Daripada menjadi unfinished feeling yang membuatmu penasaran, tetap lebih baik terima saja. Bahkan kalau perlu katakan padanya kalau kamu menyukainya. Saat dia sudah menolak, bahkan melakukan berkali-kali penolakan, secara perlahan hati akan belajar berdamai kembali. Dan itulah kehidupan. Itulah cinta.

Jadi, apakah kamu termasuk salah satu yang mengalami unfinished feeling?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s