Self Talk

A Beautiful Release

Perasaan yang ambigu. Kamu baru sadar kalau ambiguitas pun bisa terjadi pada emosi seseorang. Pada perasaanmu, kamu, yang bahkan nggak suka hal yang ambigu. Jadi bagaimana kabarmu, wanita yang baru saja jatuh cinta kemarin sore? Perasaan yang baru bagimu. Entah karena kamu sudah lama tidak merasakannya hingga lupa bagaimana indahnya jatuh cinta, atau karena memang bertemu dengan orang yang baru, yang bahkan nggak masuk kriteriamu. Jatuh cinta ‘out of the box’ ternyata jauh lebih menyenangkan, bukan?

Patah hatinya pun ternyata jauh lebih menyakitkan.

30 hari setelah kepergiannya, lalu apa yang sudah kamu lakukan? Kamu masih mengemasi kenangan yang tersisa. Kamu mungkin nggak akan melakukannya kalau bukan dia yang mengusirmu. Pengusiran itu jauh lebih sakit daripada saat kamu menyadari kenyataannya bahwa dia hanya orang yang lewat. Dia mengusirmu dengan kasar. Padahal dulu kamu yang mengusirnya. Tapi dulu, siapa yang bahkan bersikeras nggak mau diusir? Dia. Dia yang kini mengusirmu.

A Beautiful Release image by yourswallpaper.com

Kamu pun sadar kalau selama ini hanya mengikuti permainannya. Dia yang memegang kendalinya. Dia yang membuat aturannya, menggantinya, merevisinya setiap saat. Lucunya, kamu hanya menerimanya begitu saja. Bukan, kamu menolaknya, tapi dia selalu memaksa hingga kamu mau menerimanya. Sebuah paksaan yang indah, begitu dulu kamu menganggapnya. Hingga lalu dia mengusirmu dengan paksaan yang sama.

Jauh dalam hati, kamu tahu kalau dia bukan orang yang bisa kamu dorong seenaknya keluar dari hidupmu. Tapi lain cerita kalau ternyata dia sudah memilih untuk mengusir kamu. Nggak ada alasan untuk tetap tinggal.

Dan kali ini kamu sudah memutuskan untuk pergi. Angkat kaki dari kubangan kenangan yang seakan menahanmu untuk tetap tinggal. Tapi kamu sudah tidak sanggup lagi jika tetap berada di sana sendirian. Meskipun kadang kamu sadar, kamu belum sepenuhnya pergi, separuh hati itu masih tertinggal.

Seperti yang pernah dia bilang, rasa sayang nggak selamanya membuatmu bahagia. Ada kalanya kamu merasa sesak dan sakit. Seperti saat ini, ketika kamu seolah berada dalam ruang hampa udara yang membuatmu nggak bisa bernapas dengan leluasa.

Tidak semua cinta bisa membuatmu bahagia. Ini hanyalah salah satu contohnya. Dan bukan cinta namanya ketika kamu tidak memperjuangkan apapun dalam prosesnya. Lucunya, kamu sempat berpikir untuk melepaskan semua yang kamu punya untuk mengejar perasaan menyesakkan itu. Beruntungnya, dia mengusirmu terlebih dahulu. Kamu tidak perlu menggadaikan apapun untuk hal-hal yang nggak membuatmu bahagia, kan?

A Beautiful Release image by 7-themes.com

Lalu kamu sadar, kenyataannya pun kamu tidak pernah memperjuangkan apa-apa. Kamu bahkan nggak mau bergerak sedikitpun, kamu hanya diam di tempat mempertahankan posisimu. Jadi rasa sakit itu muncul karena diri kamu sendiri. Karena kamu yang memutuskan untuk menyerah.

Jadi, apakah kamu sudah selesai berkemas? Karena menunggu di tempat yang sama nggak akan memberikan apapun.

Tapi ternyata ada banyak hal yang perlu dibereskan. Jatuh cinta terlalu cepat ternyata memberikan banyak kenangan yang harus kamu bereskan satu per satu. Dan jangan lupa mengganti kembali playlist-mu. Kembali lagi pada kumpulan lagu yang menceritakan tentang hidupmu, bukan lagu yang mengingatkan kebersamaan kalian. Karena kamu sadar, terjebak memori sedikit saja hanya akan membuatmu jalan di tempat. Parahnya lagi, mungkin kembali di titik yang sama saat kamu belum pergi dari situ.

Kini kamu hanya perlu fokus pada hidupmu. Hidupmu sayang, bukan seseorang yang lain. Let the world revolves around yourself. Masih banyak hal yang bisa kamu capai dalam hidup. Kembangkan diri lewat passion yang kamu miliki. Atur jadwal untuk melakukan solo traveling ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya.

Dan jangan lupa jatuh cinta dengan diri sendiri. Saatnya melakukan hal yang kamu sukai. Memanjakan diri sendiri. Lakukan banyak hal untuk memantaskan diri. Lalu keluar dari duniamu, bertemu banyak orang, membuka diri untuk pengalaman yang baru. Hingga kamu sadar kalau kamu terlalu berharga untuk menyiksa diri dengan bergelut di masalah cinta yang rumit ini.

Dan untuk pertama kalinya di pertengahan usiamu yang hampir seperempat abad ini, kamu menyadari kalau target hidup settle dengan seseorang itu bukan impian yang ingin kamu kejar sekarang. Keinginan itu sudah menghilang entah ke mana. Terbang ke udara mungkin. Kamu mulai menyadari sesuatu. Keinginan itulah yang memenjarakan diri dari mimpi yang sebenarnya masih bisa kamu kejar. Banyak kesempatan yang kamu lewatkan hanya karena nggak ingin bergerak dari posisimu yang sekarang. Hanya demi hidup settle dengan seseorang. Padahal, kamu masih bisa terbang dengan bebas ke mana saja dan sejauh apapun itu. Kamu punya mimpi masa remaja yang terlupakan. Yang sempat datang lalu kemudian kamu tolak karena kamu sudah tidak berhasrat lagi. Kini kamu merindukan untuk mengejarnya kembali. Tanpa ada target bahwa kamu harus segera settle dengan seseorang.

A Beautiful Release image by betterphoto.com

Perasaan yang ambigu ini, kamu harap akan segera menghilang terbawa air hujan yang turun pertama kali di bulan November. Karena tidak ada hujan dalam cerita kalian. Ini bukan cerita tentang gadis dan hujan yang membuatnya jatuh cinta. Hanya kisah tentang senja yang hanya seujung waktu, yang lewat begitu saja, kemudian masing-masing melanjutkan perjalanannya kembali. Tidak akan ada yang kembali. Tidak ada kesepakatan untuk kembali.

Sometimes, you just need a proper cry to find a beautiful release. Silakan menangis sepuasnya, tapi berjanjilah ini yang terakhir kalinya. Setelah itu, hidupmu harus penuh dengan senyuman. Because life is too short to care about things you shouldn’t be.

Dan dia yang ada jauh di sana, jangan pernah kembali.

Jangan memberikan rasa sakit yang sama di kemudian hari. Kamu bukan persinggahan yang bisa dilewatinya kapanpun dia ingin. Dan kamu tahu benar bagaimana perasaanmu, bagaimana kamu akan kalah jika dia kembali lagi.

Selamat malam, mari lanjutkan perjalananmu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s