Self Talk

What If

Permainan pengandaian merupakan salah satu hal yang cukup sering dimainkan oleh manusia. Beberapa di antara mereka hanya berani memainkannya di dalam pemikiran mereka sendiri, tapi nggak sedikit juga yang memiliki nyali untuk mewujudkannya dalam kehidupan nyata. Ibarat kata sakti, “seandainya” seolah menjadi penghibur mereka yang putus asa dengan kehidupan nyata dan membuat dunia sendiri dalam pemikirannya. Lalu merasa puas dengan khayalan sendiri, tanpa berani mewujudkannya menjadi kenyataan. Ada beberapa orang yang berperilaku demikian. Tapi, ada juga yang berani melakukan gambling hingga titik darah penghabisan, penasaran dengan khayalan, dan berusaha mewujudkannya jadi nyata. Intinya, “seandainya” nggak pernah terwujud tanpa usaha.

Permainan pengandaian ini pun nggak terlepas dari salah satu sisi kehidupan yang paling menarik bagi sebagian besar umat manusia di dunia, cinta. Saat kamu jatuh cinta dengan seseorang dan mulai berandai-andai dengan angan-angan akan hidup bahagia bersamanya sampai maut memisahkan. Kedengarannya picisan banget, ya? Namun, inilah perasaan paling wajar dan alamiah yang dirasakan mereka yang tengah dilanda bunga-bunga cinta. Indah, tapi absurd. Sekarang tinggal kamu yang memutuskan, ingin mengusahakan impian tersebut jadi nyata, atau tetap menempatkannya dalam level pengandaian yang hanya ada dalam alam pikiranmu sendiri. Jika kamu memilih yang kedua, tandanya kamu siap memiliki cinta yang terpendam. Yang nggak tahu sampai kapan akan terus terkubur di satu sisi hatimu yang paling dalam.

7005827-vintage-love-photography

Cinta yang terpendam.

Ada seseorang yang pernah bilang, “Setiap orang memiliki kisah cinta yang terpendam. Itu wajar.” Tapi ini hal yang paling absurd yang pernah saya dengar seumur hidup. Logikanya, jika kamu memiliki cinta yang terpendam, berarti kamu hanya membiarkan perasaan itu teronggok begitu saja di salah satu dasar hatimu, sementara kamu menghabiskan hidup bersama seseorang yang lain. Absurd.

Dan hubungan paling absurd adalah ketika kamu sudah menjalin long term relationship dengan seseorang. Ketika kamu sudah saling terbuka dan bersahabat satu sama lain. Banyak hal yang sudah kalian ceritakan. Hingga suatu saat dia yang kamu rasa sangat kamu kenali hampir seumur hidup menceritakan seseorang yang lain, yang selama ini belum pernah diungkapkan. Kisah itu mengalir begitu ringan, begitu kekanakan. Tapi kamu menyadari ada yang berbeda dari rona di wajahnya, intonasi suaranya, dan emosi yang dikeluarkannya saat menceritakan kisah sederhana itu. Well, saat itulah kamu merasa kalau partner-mu memiliki cinta terpendam dengan orang lain. Perasaan absurd yang kamu rasa saat menyadari kalau you’re not the apple of his eyes. Tapi lucunya, kalian tetap bersama. Absurd. Lucu.

Secara pribadi sih, saya nggak menyarankan untuk terjebak dalam hubungan semacam ini. Namun, banyak juga kok yang melaluinya dengan baik. Bisa hidup bahagia bertahun-tahun sambil menyimpan nama orang lain di dasar hatinya yang paling dalam. Diam-diam merasa penasaran dan bermain pengandaian sendirian. Daripada kamu penasaran seumur hidup, lebih baik kejar dia sampai benar-benar ditolak deh. Berani mengambil langkah sedikit saja, kemungkinan memberi ending yang berbeda itu masih ada. Who knows?

240553__hearts-camera-flash-love_p

Tapi, nggak sedikit juga yang memilih untuk tidak melakukan apa-apa, kemudian hidup bahagia bersama seseorang yang lain. Kondisi ini sepertinya kamu sudah menemukan life partner, tapi kehilangan soulmate. Kedua istilah ini saya temukan dalam sebuah artikel di internet. Life partner merujuk pada sebuah hubungan persahabatan antara dua orang manusia, di mana di dalamnya ada rasa saling menghargai, aman, dan kenyamanan. Sementara soulmate lebih diartikan sebagai seseorang yang seolah-olah membuat hidupmu lebih lengkap karena kehadirannya. Seseorang yang membuatmu menyadari dialah the one yang selama ini kamu cari tanpa harus mengenalnya dalam jangka waktu yang lama. Namun, keberadaannya nggak permanen. Beberapa orang lebih memilih hidup bersama life partner yang dianggap lebih stabil. Kemudian membiarkan lubang yang ditinggalkan sang soulmate itu menganga begitu saja. Bahagia, tapi ironis.

Tapi, nggak ada yang lebih absurd dari saat kamu merasa sudah menemukan soulmate yang kamu tunggu, saling jatuh cinta, tapi tidak bersama. Padahal kehadirannya seolah sudah menyatu dalam setiap hela napasmu. Sebagian hati itu pun sudah tertinggal bersamanya. Lalu bagaimana kamu bisa hidup hanya dengan separuh hati yang tersisa? Lagi-lagi, itu hanya akan jadi cinta terpendam. Bedanya, kamu nggak penasaran lagi dengan perasaannya. Kamu tahu benar kalau dia juga memiliki perasaan yang sama. Hanya saja, kalian memutuskan untuk tidak bersama. Sepertinya yang satu ini lebih terasa ironis.

beautiful-sunset-wallpaper-couple-copy

Jadi, intinya jangan terjebak dengan cinta yang terpendam lalu bermain pengandaian seorang diri. Setiap perasaan yang kamu punya itu layak diperjuangkan. Siapa tahu, dia yang tersimpan jauh di dalam benakmu ternyata adalah soulmate yang selama ini kamu tunggu. Nggak ada yang tahu. Kamu nggak akan pernah tahu apa yang ada di ujung jalan itu kalau nggak berusaha melaluinya sendiri. Dan jangan pernah dengan mudahnya membuat keputusan untuk tidak memperjuangkan dia yang berarti dalam hidupmu. Karena penyesalan jauh lebih menyesakkan ketimbang patah hati karena ditolak.

Selamat malam, mari bongkar kisah cinta terpendammu malam ini!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s