Self Talk

Dalam Jubah Penuh Angkara

Terkutuklah kalian wahai jiwa yang penuh topeng ketamakan

Dengan pandangan merendahkan, senyum palsu kemunafikan

Dan seringai keji yang terbungkus oleh derai tawa penuh cercaan

Ku kutuk engkau wahai jiwa yang penuh corengan dunia

Harta siapa yang engkau nikmati?

Penderitaan siapa yang engkau jadikan tumbal kenikmatan?

Karena sesungguhnya ketulusan itu palsu

Uangmu tak lebih dari sekadar beban yang menggeroti raga keroposmu

Hinaanmu adalah cambuk yang semakin meneriakkan laknatku

Karena sesungguhnya pendosa terbesar adalah kalian yang jauh dari nurani kemanusiaan

Jika neraka itu ada, maka kalianlah yang menjadi baranya yang paling menyala

Dan liang lahatmu akan menjadi arena dansa di mana aku bisa menari bahagia di atasnya

Sumpahku, amarahku, kebencianku, akan menjadi siksaan yang mengutuk arwahmu di alam baka

Kematianmu adalah surga yang paling aku impikan!

Maret, 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s