Self Talk

Elegi Imajinasi

Sediakan aku satu ruang di mana aku bisa bercengkerama dalam diam

Bukan denganmu, bukan dengannya

Hanya dengan diriku sendiri

Sediakan aku setangkai mawar nan anggun yang begitu memesonakan mata

Dengan durinya, aku ingin melukai diriku sendiri

Sakit hingga berdarah-darah yang membuatku kebal hingga tak merasa

Tak apa, ada kalanya semua rasa tak perlu dikecap

Ada kalanya manis impian hanya berujung pada halusinasi

Saat kau tersadar, tak ada lagi asa yang bisa dirajut

Karena hidup tak lebih dari sebuah gelanggang yang penuh kemunafikan

Tak ada pangeran atau puteri yang menjadi tokoh utama dalam dunia fantasi

Karena hanya kamu yang mati-matian berjuang keluar dari lumpur hisap yang mengungkung jiwamu

Lalu kita akan bertemu di sana

Dalam sebuah palka yang gulitanya begitu menyesatkan

Kita semua akan bersulang di sana

Dalam lantunan elegi, di atas cinta yang tak lebih dari sekadar jelaga kepedihan

Kita berjanji akan ada di sana

Dalam ruang di mana kamu dan aku adalah satu

Satu galaksi, berbeda dimensi

Dahaga oleh bahagia yang tak lebih dari sekadar kenisbian

Kita ada di dalamnya

Menjadi satu

Dalam jebakan ruang imajiner yang tercipta dalam pikiran kita

 

Maret, 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s