Self Talk

Mencintai Sepi

Dalam pelukan perut bumi, meringkuk, berkawan dengan sunyi

Saat malam kian menjulang tanpa pendar bintang yang benderang

Dan pendulum waktu yang terus melenggang dengan segala keangkuhannya

Tak ada yang abadi, bahkan sepi yang kau cintai sekali pun

Berhenti,

Karena semua yang kau perlukan hanyalah sebuah jeda yang tak berencana

Luruhkan semua rasa bersama masa yang berputar secepat cahaya

Tak ada yang perlu disesali

Tak usah bermimpi untuk mengurai benang takdir yang teramat rumit itu

Tak perlu lelah sendiri

Karena memang tak ada yang peduli

Dan kala malam kian mengaburkan cahaya menjadi gelap yang tak berkesudahan

Aku harap sepi akan selalu setia menemani

 

Maret, 2016

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Mencintai Sepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s