Self Talk

Kebohongan yang Dibalas Kebohongan Lainnya

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia dihadapkan oleh berbagai situasi yang membuat dirinya harus menyesuaikan dengan keadaan tertentu. Tidak jarang juga individu menghadapi suatu kondisi yang membuat mereka merasa terancam, takut, cemas, dan perasaan lain yang memberikan dampak negatif pada sisi psikologisnya. Contoh sederhananya, saat kamu tertangkap basah hendak mencuri sesuatu, diri kamu yang merasa takut akan hukuman atau mendapatkan sanksi sosial dalam masyarakat pasti akan menyangkal perbuatan tersebut. Pembelaan diri inilah yang disebut sebagai ego defense mechanism atau mekanisme pertahanan ego dalam psikologi.

Ego defense mechanism ini pertama kali dicetuskan oleh Sigmund Freud, yang kemudian pembahasannya dikembangkan lebih lanjut oleh sang putri, Anna. Mekanisme ini sendiri dilakukan diri secara tidak sadar saat merasa bersalah, takut, cemas dan perasaan lainnya yang disebabkan oleh rasa terancam atau tidak aman. The self yang ada dalam sisi individu berusaha memproteksi diri sedemikian rupa agar bisa melalui momen sulit apapun yang sedang dialami.

Ada beberapa variasi mekanisme pertahanan diri yang biasa dilakukan individu. Kebohongan adalah salah satu contoh yang cukup sering dilakukan. Meskipun nggak semua orang berbohong untuk mempertahankan dirinya, tapi perilaku yang satu ini cukup sering dilakukan. Berani taruhan, pasti ada satu kebohongan kecil yang sudah kalian ucapkan hari ini, benar?

alone-cute-environment-fashion-freedom-girl-favim-com-39725

Kebohongan sendiri pun banyak jenisnya, dari yang tidak sengaja dilakukan hingga yang terencana. Ada yang berbohong agar bisa diterima dalam kehidupan sosialnya, beberapa orang berbohong karena tidak ingin menceritakan suatu kondisi secara menyeluruh, lalu melewatkan beberapa detail yang sengaja ingin disembunyikan. Sebagian lagi, mereka berbohong untuk melindungi diri dari kenyataan yang bisa menyakiti diri mereka sendiri. Alasan mengapa seseorang berbohong tentu saja dipengaruhi oleh faktor psikologis diri mereka masing-masing.

Selain kebohongan yang sifatnya eksplisit, beberapa hari yang lalu saya menemukan jenis kebohongan baru yang lebih implisit. Nggak bisa dikatakan 100% bohong sih, tapi bisa menyebabkan orang yang kamu ajak interaksi merasa dibohongi, Atau menggiring mereka menuju suatu kenyataan yang sebenarnya tidak nyata. Manipulasi pikiran.

Orang yang memanipulasi pikiranmu sebenarnya tidak melakukan kebohongan. Tapi selalu menyisakan perasaan dibohongi dalam diri sendiri yang sebenarnya tidak ada bukti konkretnya. Kecuali si manipulator yang mengaku. Dan seiring dengan percakapan panjang yang terjadi, kesadaran bahwa sudah dan masih dimanipulasi, kamu biasanya tidak bisa membedakan mana realita dan mana yang menjadi halusinasi. Semua yang dikatakan oleh si manipulator mendadak kabur dari penilaian obyektifmu. Pada momen inilah the self yang ada dalam dirimu merasa terancam lalu mengaktifkan ego defense mechanism secara otomatis. Caranya cukup beragam. Salah satunya yang paling mudah dan umum tentu saja dengan berbohong.

90474

Jadi, satu ‘kebohongan’ yang kamu rasa sudah kamu terima dibalas oleh rentetan kebohongan random yang tercipta secara otomatis dalam pikiranmu. Proses ini terjadi secara spontan, bahkan kamu sebagai subyek pelaku tidak sadar sudah melakukan serangkaian mekanisme pertahanan diri dengan sederet kebohongan yang tercipta secara acak. Kamu tahu tujuanmu hanya satu, membuat si manipulator berhenti memanipulasimu. Jadi, terciptalah beberapa kebohongan random yang bisa membuatnya meninggalkanmu dengan perasaan negatif. Leave them with gracefully exit. The game is over. Jadi, siapa yang memanipulasi siapa sekarang?

Terlibat dalam interaksi yang sifatnya manipulatif bukanlah hal yang menyenangkan. Kamu akan dibingungkan oleh mana tindakan yang penuh ketulusan, dan mana yang hanya ingin memanipulasi saja. Dan begitulah kehidupan secara umum. Di antara sisi hitam dan putih dunia, masih ada orang-orang yang berada dalam area abu-abu di dalamnya. Setiap orang memakai topeng tertentu dengan tujuan tertentu. Dan saat kamu bingung dengan motif di balik perilaku seseorang, sebenarnya ketulusan dapat dengan mudah dirasakan oleh hati kok. Tapi, kalau hati kamu juga nggak bisa membedakan hal fundamental yang satu ini, mungkin kamu termasuk kelompok orang yang dianugerahi kelemotan yang luar biasa.

Selamat malam, selamat menikmati tulisan yang manipulatif ini!

Advertisements

2 thoughts on “Kebohongan yang Dibalas Kebohongan Lainnya

    1. Jujur sih aku belum studi pustaka ttg ciri2 orang bohong. Tapi gestur tubuh kaya tatapan mata, gerak tubuh, misalnya dia nerves apa nggak, ngulang2 perkataannya apa nggak, itu juga bs jd tandanya. Tp ada juga orang yg udah lihai banget boong sampek gak memperlihatkan ciri2 kek gtu kecuali lawan bicaranya peka bgt.
      Ini sekedar referensi sih bisa dibaca buat lebih lengkapnya.
      http://www.psychologium.com/11-body-signs-showing-that-someone-is-lying-to-you/

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s