Self Talk

[Happy Anniversary] Tujuh, Semoga Menjadi Ganjil yang Menggenapkan

Tidak banyak orang yang sanggup bertahan dalam sebuah hubungan jangka panjang dalam waktu yang lama. Dibutuhkan banyak kompromi yang bisa mendamaikan kepribadian dua manusia yang sama sekali berbeda. Ibarat magnet, hubungan dua orang itu bisa saling tarik menarik dengan kuat, tapi juga mampu bertolak hebat. Bermodal perasaan yang didefinisikan sebagai “cinta” saja ternyata nggak cukup. Pada akhirnya, effort-lah yang berperan besar dalam kesuksesan cerita cinta yang dimiliki.

Dan, siapa sangka kalau kami adalah salah satunya yang mampu bertahan? Entah karena kami pejuang cinta atau hanya malas mencari yang lain, kenyataannya, tujuh tahun kini resmi terlewati sudah. Tentu saja ada pertanyaan paling besar yang hingga kini tetap mengendap dalam pikiran saya. Apa sih yang membuat kami mampu bertahan? Kalau dipikir-pikir, hubungan kami nggak melulu baik-baik saja. Pertengkaran demi pertengkaran sering kali membuat kami lelah. Nggak jarang terlintas dalam pikiran untuk mulai saling melepas. Iya, kami juga sama seperti pasangan normal lainnya yang juga pernah ada keinginan untuk menyudahi semuanya. Pertengkaran hebat yang membuat hati tersayat selalu jadi alasan untuk menyerah. Namun, pada akhirnya kami selalu mampu berpegangan tangan kembali. Berdamai lagi. Jatuh cinta lagi. Hingga tujuh tahun berjalan. Inikah yang namanya keajaiban?

Hubungan yang sudah terlalu lama nggak jarang mengundang banyak pertanyaan dari orang terdekat di sekitar kami. Apa lagi sih kalau bukan pertanyaan kapan nikah yang sudah terlalu mainstream itu. Tapi, semua hanya masalah waktu. Dan kami masih sama-sama berjuang tanpa perlu ada yang tahu. Saya tahu, dia yang berada di jarak nun jauh di sana masih berusaha memperjuangkan saya. Dengan segala risiko. Saya pun masih berjuang menuntaskan mimpi saya, sebelum menyerahkan seluruh hidup saya menjadi pendamping hidup seseorang.

Dan hingga detik ini, dia tetap menjadi sahabat terbaik buat saya. Satu-satunya orang yang mau tetap bertahan menemani meski sangat paham bahwa saya jauh dari sempurna. Dia orang yang selalu mendukung setiap mimpi saya, bahkan menjadi orang pertama yang mendorong agar saya mampu mewujudkannya. Dia yang tidak pernah mengekang apalagi menuntut saya untuk tetap berada di sisinya, dan malah membiarkan saya memilih sendiri jalan yang saya inginkan. Dia juga yang tetap memberikan pelukan hangat, menggenggam tangan saya tanpa ragu, dan menenangkan tangis yang pecah saat hati sedang meragu apakah ingin bertahan atau pergi. Padahal ketika itu hatinya sedang mengalami kekecewaan yang begitu hebat. Dan semua proses itulah yang membuat saya semakin yakin untuk tidak pernah melepaskan tangannya. Wanita bodoh mana yang mau melepaskan orang yang mampu mencintainya dengan takaran yang begitu pas?

32051_1300082501751_4358305_n
Kawah Ijen, 8 Mei 2010

Di saat orang lain sibuk datang dan pergi, dialah satu-satunya sosok nyata yang ada. Dia orang yang mengajarkan saya bahwa cinta itu begitu sederhana. Tanpa perlu alasan yang rumit. Kami memang bukan pasangan yang sempurna. Dan sangat jauh dari kata sempurna. Tapi saya yakin, kami mampu menjadi luar biasa jika bersama. Hati hanya butuh rumah yang nyaman untuk beristirahat. Setelah melalui perjalanan panjang yang begitu melelahkan, saya tahu kini sudah waktunya untuk tinggal. Kami sudah sama-sama dewasa. Dan semua hanya masalah waktu saja. Terima kasih untuk tujuh tahun yang begitu menakjubkan ini, sayang. Mari terus untuk saling menggenggam tanpa lelah. Semoga semesta segera memberikan restu yang indah. Semoga kita bisa segera saling menggenapkan.

Happy 7th anniversary, my dear!

Advertisements

2 thoughts on “[Happy Anniversary] Tujuh, Semoga Menjadi Ganjil yang Menggenapkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s