Self Talk

Inspirasi Pagi: Tentang Relationship Goals

Pagi ini sebenarnya datang ke kantor kepagian sih. Dan sedang belum ada task apapun yang saya terima, karena saya masih jobless seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Akhirnya begitu sampai kantor, apalagi kegiatan asyik yang bisa dilakukan selain lihat Youtube? Dan kebetulan, highlight yang saya temui di home Youtube saya adalah episode terbaru dari webseries #IbuIbuHot, yang sekaligus menjadi episode pamungkasnya juga

Overall saya suka sama webseries ini sih. 16 wanita yang memiliki 16 cerita berbeda. Rata-rata dari mereka memang membangun karier sebagai seorang entrepreneur, mulai dari yang berprofesi sebagai blogger, punya bisnis pribadi, jadi make up artist. So inspiring banget buat saya yang belum menjadi siapa-siapa.

Episode final kali ini menampilkan cerita yang sangat sangat inspiratif menurut saya. Ceritanya mengambil angle dari si Claradevi, tapi yang paling berkesan adalah scene saat #IbuIbuHot ini memberikan bridal shower kejutan buat Carlin yang akan menikah. Di momen ini, #IbuIbuHot sharing tentang kehidupan pernikahan mereka, yang sekaligus jadi wejangan juga buat si calon manten.

Meskipun dalam durasi yang terbilang singkat, tapi episode ini bisa memperlihatkan bonding yang paling nyata dari #IbuIbuHot. Belum lagi berbagai kata-kata mutiara yang berseliweran di sepanjang sesi bridal shower yang memang pantas direnungi. Dimulai dari pernyataannya si Tanya Larasati sih. Intinya sih gini, saat kamu ketemu satu orang yang menurutmu tepat, maka keinginanmu yang mungkin awalnya ingin memprioritaskan karier dulu, atau keinginan untuk sekadar menunda pernikahan akan lenyap. Menikah bukannya menghalangi, tapi bisa bikin semuanya jadi lebih seru.

Pernyataan ini langsung diamini oleh #IbuIbuHot lainnya.

Dan kata mutiara paling pamungkas keluar dari Kania.

“Nggak ada perferct marriage. There is no such thing as perfect wife. Perfect mother itu nggak ada. Kita semua bener-bener harus work on it. Karena marriage is work in progress.”

Bener sih, tiba-tiba saya langsung mengiyakan dalam hati tanpa harus berdebat dengan logika kacau yang biasanya saya punya. Menikah itu sebuah progress. Sebuah hubungan yang berkesinambungan. Orang-orang yang terlibat di dalamnya harus selalu belajar, nggak boleh berhenti belajar. Bener banget.

Inspirasi Pagi: Tentang Relationship Goals
copyright: tumblr.com

Intinya adalah jika bersama orang yang tepat, semua akan baik-baik saja. Semua akan terlalui dengan baik. Jadi, nggak perlu merasa insecure menghadapi perubahan status. Meskipun rasa khawatir dan cemas itu manusiawi banget dialami para wanita. Iyalah, mendedikasikan hidupnya untuk sebuah keluarga baru bukan perkara yang gampang. Tapi balik lagi, jika bersama orang yang tepat, you’re gonna be okay, dear…

Seenggaknya, inspirasi pagi ini bisa bikin para wanita merenungi relationship goals yang mereka miliki dalam menjalin hubungan dengan seseorang. Apa sih tujuan yang kamu miliki dengan menjalin hubungan dengan pria tertentu? Banyak orang yang masih pacaran mengartikannya dengan menikah. Setelah pacaran harus ada niat untuk menikah, kalau nggak, buat apa menjalani hubungan lama-lama? Itu pemikiran mainstream kebanyakan orang, dan nggak salah juga sih. Membawa hubungan ke tingkatan yang lebih tinggi itu memang perlu.

Tapi, seharusnya yang menjadi relationship goals itu bukan ‘status’ hubungan, melainkan hubungan itu sendiri. Iya, setelah pacaran lalu menikah. Terus setelah menikah, apa? Banyak orang yang sering ‘lupa’ kalau menjalani kehidupan pernikahan pun harus tetap memiliki tujuan. Akhirnya, mungkin ada perasaan kalau sudah tidak memiliki pemikiran yang sama. Mungkin juga ada perasaan sudah nggak sehati lagi. Berpisah kemudian dipilih jadi jalan keluar yang dianggap bisa menyelesaikan masalah.

Sebenarnya, masalah nggak akan selesai kalau kamu masih tetap menggunakan pola hubungan yang sama. Bersama siapapun kamu nantinya, kalau masih tidak memiliki tujuan bersama yang ingin dicapai, pasti akhirnya akan merasa ada yang kurang juga. Mungkin kesannya sok tahu juga karena saya belum pernah merasakan kehidupan menikah. Tapi, berdasarkan sebuah buku psikologi berjudul The Meaning of Marriage yang pernah saya baca waktu membantu pacar saya mengerjakan skripsi, pernikahan itu memang lebih bermakna saat ada tujuan bersama yang ingin dicapai.

Jadi, intinya sih nggak perlu merasa insecure dengan kehidupan pernikahan. Selama kamu menjalaninya dengan orang yang tepat, selama ada tujuan yang ingin dicapai bersama, semua akan berjalan dengan baik. Nggak perlu takut kalau nanti impian atau kariermu akan mandek setelah menikah. Karena bagaimana pun juga, kalian akan saling memberi support satu sama lain untuk tetap belajar dan berkembang. Hal ini terjadi secara alamiah kok.

Lalu bagaimana caranya kamu bisa tahu kalau dia adalah orang yang tepat? Jawabannya bisa kamu peroleh secara magis. Nanti, saat kamu dipertemukan dengan sosok itu, kamu mendadak akan memiliki keyakinan kalau dia adalah orang yang tepat.

Selamat berakhir pekan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s