Self Talk

Musuh Besar Itu Bernama Kejenuhan

Suatu hari, saya merasakan titik kejenuhan luar biasa yang datang nggak dijemput, tapi nggak kunjung pulang. Hal ini mempengaruhi berbagai aspek dalam kegiatan sehari-hari saya, termasuk kerja. Masih bagus kalau kerja masih setengah hati, ini malah mungkin sudah nggak pakai hati sama sekali.

Waktu jam pulang tiba, saya tetap memilih duduk di kursi. Browsing nggak jelas, streaming Youtube, stalking siapa saja di FB. Semuanya dilakukan demi mengulur waktu agar bisa pulang lebih malam. Tapi akhirnya saya nyerah sih, sudah bosen lihat monitor di depan mata, tepatnya. Saya pun memutuskan untuk memacu motor, tapi tetap yang ingin saya tuju bukan rumah. Yang bikin nggak keren adalah saya nggak tahu mau kemana. Akhirnya cuma muter-muter nggak jelas. Keliling Malang yang sudah makin sumpek. Pulangnya beli banyak camilan yang bisa mengisi perut karena sedang bosan makan nasi.

Yang saya tahu waktu itu, rasanya saya siap meledak kapan saja. Tapi nggak tahu pasti meledak karena apa. Tiba-tiba juga ada banyak keinginan di kepala saya yang ingin saya lakukan segera. Detik itu juga. Saya membayangkan mengepak semua barang saya dalam ransel, lalu naik kereta ke mana saja. Iya, kereta, bukan pesawat. Surabaya mungkin terlalu dekat, tapi sudah seperti teman baik. Yogyakarta selalu punya spot asyik buat yang lagi labil seperti saya. Jakarta memang macet dan bikin stres, tapi selalu bikin adrenalin saya terpacu. Tapi saat itu, saya sedang nggak bisa ke satu destinasi pun. Terkendala tugas dan tanggung jawab akan satu dan banyak hal. Jadi saya cuma bisa duduk di rumah. Melamun di working space saya.

Mandi air panas biasanya jadi satu-satunya cara ampuh, satu-satunya pelarian, yang bisa saya lakukan untuk mengatasi penat yang sedang dirasakan. Sensasi air panas yang menyentuh kulit memang bikin saya rileks selama beberapa saat. Lalu setelahnya, entah karena apa, tiba-tiba saya terduduk di kamar mandi dan menangis. Menangis dalam diam. Air mata yang sudah tidak terdefiniskan lagi karena tercampur dengan guyuran air untuk mandi. Saya nyalakan keran air untuk meredam suara isakan apapun, yang meskipun sudah susah payah saya tahan, biasanya akan tetap bersuara juga. Entah berapa lama saya berada dalam kondisi seperti itu, tapi yang jelas, malam itu, saya mandi lebih lama dari biasanya.

Lalu setelahnya, saya seperti nggak punya keinginan apa-apa. Sedang tidak ingin bercakap dengan siapapun. Hanya meringkuk di kasur. Sendirian. Dan kondisi “sendirian” di rumah adalah hal yang langka banget buat saya. Tapi untungnya, malam itu saya bisa menikmatinya walaupun hanya satu jam.

Sampai sekarang saya tetap nggak bisa memahami apa yang sedang terjadi dalam kepala saya. Tapi setelah berusaha mencerna, mungkin saya sedang berada dalam titik jenuh paling tinggi. Bosan dengan satu atau dua hal. Frustrasi dengan beberapa sebab. Kecewa dengan sederet alasan. Semuanya jadi satu, tapi tidak pernah terungkap. Lalu seperti bom waktu, semuanya seperti menuntut untuk diselesaikan. Semuanya ingin saling berkonfrontasi menunggu untuk menjadi lega.

Tapi beginilah saya. Saya manusia paling enggan berkonflik. Pasukan cinta damai yang memilih level aman dalam hidup. Terlebih buat tujuan-tujuan yang memiliki makna mendalam buat hidup saya. Dan di titik ini saya berhasil menyadari bahwa kejenuhan adalah musuh besar bagi diri saya. Sesuatu yang bisa mengobrak-abrik kedamaian yang saya miliki, dan membuat saya mempertanyakan berbagai hal yang selama ini tidak pernah mengganggu pikiran.

Dan sisa malam itu diakhiri dengan sedikit mengobrol dengan seseorang yang saya rindukan setengah mati belakangan ini. Lalu melakukan obrolan panjang dengan seseorang yang saya harap adalah orang yang saya rindukan. Sebelum pergi tidur, saya sempatkan membaca sebuah buku, novel lebih tepatnya. Berharap bisa segera mengantuk dan pergi tidur. Berharap bisa pindah dimensi, lupa dengan hari itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s