Self Talk · Uncategorized

Teruntuk Orang-Orang yang Patah Hati

Belakangan ini saya lagi suka banget sama Bernard Batubara. Bara. Sebenarnya baru kenal dengan penulis itu setahun belakangan ini. Tapi beberapa bulan ini rasanya lagi jatuh cinta sedalam-dalamnya dengan Bara. Alasannya sederhana, dia sedang patah hati. Dan hal itu justru membuatnya semakin produktif dalam merangkai kata-kata indah nan magis. Rasanya nggak pernah bosan mengintip media sosialnya, karena selalu ada caption atau status yang menarik buat dibaca. Dalam hati saya berharap, teruslah patah hati supaya saya makin cinta lagi. Jahat memang, iya.

Ada yang bilang kalau orang yang jatuh cinta terlihat menyenangkan karena mereka menyebarkan energi positif yang membuatnya semakin berwarna. Tapi menurut saya, orang yang patah hati jauh menyimpan keindahan. Contoh sederhananya mungkin seperti Bara. Dia jadi lebih indah karena bisa mengungkapkan perasaannya lewat deretan diksi cantiknya. Tapi lebih dari itu, ada bentuk keindahan tersendiri saat seseorang berusaha berjuang dari rasa sakitnya. Patah hati adalah hal ajaib yang bisa membuatmu merasa sakit sekaligus memaksamu untuk bertahan hidup. Mencungkil Peluru dan Bertahan Hidup, begitu yang Bara bilang. Setiap perjuangan itu menyimpan keindahan tersembunyi. The beauty of imperfection.

Ada perasaan rasa sakit yang familiar saat kamu sedang patah hati. Kehilangan, kekosongan, serta kebingungan harus melakukan apa. Orang yang paling merasa kesepian sebenarnya adalah mereka yang mampu membalut luka itu dengan begitu rapi. Tetap tersenyum seakan tidak ada apa-apa yang terjadi. Tetap menjalani hidup seperti biasa. Tapi jauh, jauh dari yang pernah kamu kira, ada lubang menganga yang tidak pernah ditunjukkan pada dunia. Ada perasaan sendiri yang menambah luka di dalam hati.

Mereka yang patah hati saat ini hanya sedang tersesat. Menanti untuk menemukan dan ditemukan. Lalu bergandengan tangan bersama menyusuri jalan pulang. Walaupun kadang ada perasaan putus asa. Tak jarang yang kemudian melabuhkan dirinya sendiri di perhentian yang seadanya. Karena lelah mencari. Lelah menanti. Lelah berharap ditemukan oleh sosok yang diinginkan.

Menikah itu pilihan, tapi jatuh cinta adalah takdir. Orang-orang yang patah hati sudah bersahabat dengan kalimat tersebut. Tapi percayalah, akan ada suatu hari nanti yang bisa melihat keindahan di balik ketidaksempurnaan yang kamu miliki. Akan ada yang tidak pernah lelah berusaha menemukan saat sudah habis dayamu untuk terus mencari. Setidaknya, saya masih percaya. Jadi kamu juga harus percaya.

Advertisements

6 thoughts on “Teruntuk Orang-Orang yang Patah Hati

  1. Masih teringat kata terakhir dari sang mantan ” Aku pengen fokus ke sekolah dulu ya, jadi kita cukup sampai disini aja ” eh, besoknya dia jadian sama sahabatku sendiri.
    Jlebb…
    Patah hati banget gak 😭

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s